Pengembara yang lain, merasa tidak dapat melawan beruang yang sangat besar itu sendirian, melemparkan dirinya ke tanah dan berbaring diam-diam, seolah-olah dia telah meninggal. Dia sering mendengar bahwa beruang tidak akan menyentuh hewan atau orang yang telah meninggal.
Temannya yang berada di pohon tidak berbuat apa-apa untuk menolong temannya yang berbaring. Entah hal ini benar atau tidak, beruang itu sejenak mengendus-endus di dekat kepalanya, dan kelihatannya puas bahwa korbannya telah meninggal, beruang tersebutpun berjalan pergi.
Pengembara yang berada di atas pohon kemudian turun dari persembunyiannya.
“Kelihatannya seolah-olah beruang itu membisikkan sesuatu di telingamu,” katanya. “Apa yang di katakan oleh beruang itu”
“Beruang itu berkata,” kata pengembara yang berbaring tadi, “Tidak bijaksana berjalan bersama-sama dan berteman dengan seseorang yang membiarkan dan tidak menghiraukan temannya yang berada dalam bahaya.”
Nah, teman-teman mari kita lebih memperhatikan kepentingan orang lain daripada kepentingan kita sendiri. Mengapa? Mario Teguh pernah mengatakan bahwa kita akan disebut bernilai apabila kita benar-benar memiliki nilai atau arti bagi orang-orang di sekitar kita. Mari raih kehidupan yang bernilai dengan memperhatikan kepentingan orang lain lebih utama dari kepentingan kita sendiri. Semoga bermanfaat.
http://adabisnis.com/dua-orang-pengembara-dan-seekor-beruang/
No comments:
Post a Comment